Minggu, 05 Agustus 2012
untitled
sayup redup mentari
dari dengungan lebah menari
disela-sela siang hari
yang merangkak bagai bayi
ditengah pusaran langit dan bumi
antara hidup esok pagi
atau meregang nyawa malam ini
aku meniup buluh dalam sangsi
tak lagi aku dapat melangkah
hatiku buta tak tahu arah
dingin malam datang menjarah
menggerogoti sisa nasib yang tak berubah
di antara lembah-lembah resah
darahku meratapi langit yang kian tinggi
sulitnya membangun pagi
diantara lelah menjenguk rugi
untungku tak kugubris lagi
aku hanya ingin berlari
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar